Donderdag 23 Mei 2013

sahabat fillah

Bukan karena ku membencimu ku bersikap keras padamu,
Bukan karena ku iri pada ku tegur dirimu,
Bukan juga karena keingin tahuan-ku ku perhatikan setiap gerak langkahmu,
Bukan…
Tapi ini semua tentang persahabatan,
Tentang pertanggungjawaban di hari akhir nanti tentang status itu,
Tentang seberapa bisa ku mendekatkanmu ke firdaus-Nya,
bersama-sama…
Ku mungkin belum sebaik dirimu,
Ku juga belum bisa mencapai tingkatan tinggi sepertimu,
Tapi selalu berusaha untuk mengimbangimu, menjadi seseorang yang pantas menjadi sahabatmu….
Gambar

Woensdag 22 Mei 2013

PUISI IMAM SYAFI'I TENTANG ILMU

Foto: PUISI IMAM SYAFI'I TENTANG ILMU DAN KEMULIAAN ORANG-ORANG YANG MENCARI ILMU

Aku melihat pemilik ilmu hidupnya mulia walau ia dilahirkan dari orangtua terhina.
Ia terus menerus menerus terangkat hingga pada derajat tinggi dan mulia.
Umat manusia mengikutinya dalam setiap keadaan laksana pengembala kambing ke sana sini diikuti hewan piaraan.
Jikalau tanpa ilmu umat manusia tidak akan merasa bahagia dan tidak mengenal halal dan haram.

Diantara keutamaan ilmu kepada penuntutnya adalah semua umat manusia dijadikan sebagai pelayannya.
Wajib menjaga ilmu laksana orang menjaga harga diri dan kehormatannya.
Siapa yang mengemban ilmu kemudian ia titipkan kepada orang yang bukan ahlinya karena kebodohannya maka ia akan mendzoliminya.

Wahai saudaraku, ilmu tidak akan diraih kecuali dengan enam syarat dan akan aku ceritakan perinciannya dibawah ini:
Cerdik, perhatian tinggi, sungguh-sungguh, bekal, dengan bimbingan guru dan panjangnya masa.
Setiap ilmu selain Al-Qur’an melalaikan diri kecuali ilmu hadits dan fikih dalam beragama.
Ilmu adalah yang berdasarkan riwayat dan sanad maka selain itu hanya was-was setan.

Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru.
Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya.
Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar,
Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
Dan barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya,
Maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya.
Demi Allah hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa.
Bila keduanya tidak ada maka tidak ada anggapan baginya.

Ilmu adalah tanaman kebanggaan maka hendaklah Anda bangga dengannya. Dan berhati-hatilah bila kebanggaan itu terlewatkan darimu.
Ketahuilah ilmu tidak akan didapat oleh orang yang pikirannya tercurah pada makanan dan pakaian.
Pengagum ilmu akan selalu berusaha baik dalam keadaan telanjang dan berpakaian.
Jadikanlah bagi dirimu bagian yang cukup dan tinggalkan nikmatnya tidur
Mungkin suatu hari kamu hadir di suatu majelis menjadi tokoh besar di tempat majelis itu.


Sumber: http://nafas-diri.blogspot.com/2012/09/untaian-nasehat-imam-asy-syafii.html#ixzz2EWXmiNRv

Aku melihat pemilik ilmu hidupnya mulia walau ia dilahirkan dari orangtua terhina.
Ia terus menerus menerus terangkat hingga pada derajat tinggi dan mulia.
Umat manusia mengikutinya dalam setiap keadaan laksana pengembala kambing ke sana sini diikuti hewan piaraan.
Jikalau tanpa ilmu umat manusia tidak akan merasa bahagia dan tidak mengenal halal dan haram.

Diantara keutamaan ilmu kepada penuntutnya adalah semua umat manusia dijadikan sebagai pelayannya.
Wajib menjaga ilmu laksana orang menjaga harga diri dan kehormatannya.
Siapa yang mengemban ilmu kemudian ia titipkan kepada orang yang bukan ahlinya karena kebodohannya maka ia akan mendzoliminya.

Wahai saudaraku, ilmu tidak akan diraih kecuali dengan enam syarat dan akan aku ceritakan perinciannya dibawah ini:
Cerdik, perhatian tinggi, sungguh-sungguh, bekal, dengan bimbingan guru dan panjangnya masa.
Setiap ilmu selain Al-Qur’an melalaikan diri kecuali ilmu hadits dan fikih dalam beragama.
Ilmu adalah yang berdasarkan riwayat dan sanad maka selain itu hanya was-was setan.

Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru.
Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya.
Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar,
Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
Dan barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya,
Maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya.
Demi Allah hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa.
Bila keduanya tidak ada maka tidak ada anggapan baginya.

Ilmu adalah tanaman kebanggaan maka hendaklah Anda bangga dengannya. Dan berhati-hatilah bila kebanggaan itu terlewatkan darimu.
Ketahuilah ilmu tidak akan didapat oleh orang yang pikirannya tercurah pada makanan dan pakaian.
Pengagum ilmu akan selalu berusaha baik dalam keadaan telanjang dan berpakaian.
Jadikanlah bagi dirimu bagian yang cukup dan tinggalkan nikmatnya tidur
Mungkin suatu hari kamu hadir di suatu majelis menjadi tokoh besar di tempat majelis itu.
 
Salam Ukhuwah..
 
- Iqbal el bughory - 

Dinsdag 21 Mei 2013

Roda Kehidupan


Setiap kehidupan manusia itu seumpama roda yang sering berputar. Setiap manusia pasti akan berada di bawah mahupun di atas dalam sesuatu masa yang telah ditetapkan olehNya.

Menjadi lumrah dan fitrah kehidupan manusia apabila mereka berada di atas, mereka sering lupa dan alpa dengan kesenangan dan kenikmatan yang mereka kecapi. Mereka lalai dengan keseronokan yang mereka nikmati sehingga mereka terlupa melakukan tanggungjawab asas mereka kepada Sang Pencipta mereka iaitu Allah SWT seperti tanggungjawab menunaikan solat lima waktu, menunaikan zakat, menginfakkan sebahagian hartanya ke jalan Allah dan sebagainya mengikut tuntutan syariatNya.

Tetapi mereka yang berada di bawah tidak henti–henti bersyukur kepadaNya oleh sebab kesusahan dan kepayahan yang dihadapi oleh mereka, walaupun hanya sekelumit nikmat yang mereka nikmati. Begitulah lumrah kehidupan manusia.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud: “Rebutlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Pertama; masa sihat sebelum sakit. Kedua; masa kaya sebelum datang masa sempit (miskin). Ketiga; masa lapang sebelum tiba masa sibuk. Keempat; masa mudamu sebelum datang masa tua dan kelima; masa hidup sebelum tiba masa mati.” (Riwayat al-Hakim dan al-Baihaqi).

Hadis itu jelas menunjukkan peringatan daripada Nabi SAW kepada umatnya supaya memanfaatkan kelima-lima nikmat yang diberikan oleh Tuhan supaya semasa sedang kita masih sihat, lakukanlah seberapa banyak amal ibadat yang boleh kita lakukan seperti solat lima waktu, bersedekah, berbakti kepada kedua ibu bapa dan sebagainya sebelum kita terlantar sakit dan terbaring tanpa dapat melakukan amal ibadat sebagaimana orang yang sihat dapat melakukannya.

Seterusnya, ialah masa kaya di mana segala kekayaan yang diperolehi oleh manusia itu perlulah dibelanjakan dengan sebaiknya iaitu dengan membelanjakan harta ke jalan Allah sebelum kekayaan itu ditarik oleh Allah SWT dan menjadi miskin akibat sifat tamak dan riak manusia yang tidak bersyukur kepadaNYa.

Selain itu, ketika kita masih mempunyai masa lapang, kita haruslah melakukan aktiviti–aktiviti ukhrawi sebagai bekalan kita di akhirat sebelum kita disibukkan dengan urusan–urusan duniawi. Bukan itu sahaja, ketika usia kita masih lagi muda, manfaatkanlah dunia remaja kita dengan melakukan perkara–perkara yang bermanfaat serta yang diredhai olehNya. Dikhuatiri apabila kita sudah menjengah ke alam tua, kita akan menyesal kerana tidak dapat memanfaatkan usia muda kita dengan sebaiknya.

Kemudian yang terakhir, selagi hayat dikandung badan janganlah kita mensia-siakan kehidupan kita dengan melakukan perkara–perkara yang tidak berfaedah serta perkara yang tidak diredhai olehNya sebelum malaikat maut menjemput kita ke alam barzakh. Ajal dan maut tidak pernah mengenal usia atau umur seseorang manusia itu.

Sungguh indah peringatan yang disampaikan oleh Nabi SAW kepada umatnya. Sama–samalah kita menghayati dan merenung pengertian hadis ini dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan seharian kita.

Akhir sekali, saya suka memetik kata-kata daripada sahabat baik saya iaitu “Apabila orang di atas membaling batu kepada orang di bawah, orang di bawah pasti akan melihat di atas untuk melihat siapa yang melakukannya. Manakala apabila orang di atas membaling wang kepada orang di bawah, orang di bawah pasti akan mengambil wang tersebut tanpa menghiraukan siapakah yang membalingnya”. Kata–kata ini menjelaskan apabila kita ditimpa kesusahan, kita pasti akan kembali kepadaNya, tetapi sekiranya kita diberi nikmat kesenangan, kita pasti lalai dan lupa siapa Pemberinya.


Salam Ukhuwah..

Akhukum..-iqbal el bughory -

Dakwah Para Nabi Kepada Kaumnya



Al haq (Allah) Yang Maha Mulia sebutan-Nya berfirman dalam ayat-Nya yang muhkam :
قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah : inilah (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikuti mengajak (kamu) kepada allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik” (Yusuf : 108)
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata : “sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Fushislat:33)”

Maka ketahuilah wahai kaum muslimin, semoga allah Subhanahuwata’ala memberi kita hidayah kepada semua urusan kita yang lurus. Bahwa perkara yang allah perintahkan Rasul-Nya Sholollohu’alaihiwassalam  mendakwahkanya, dan ummatnya termasuk. Di dalamnya mempunyai dua landasan utama, yang tidak mungkin lepas salah satu dari yang lainya. Kedua landasan itu adalah ;
a.        Perintah beribadah hanya kepada allah satu-satunya. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dorongan terhadap hal ini serta mempunyai sikap  wala’ yang di dasari oleh perkara ini, sekaligus menyatakan kafir orang-orang yang meninggalkan perkara ini.

b.        Peringatan tentang bahaya syirik dalam beribadah kepada allah. Tegas dalam perkara ini dan menunjukan sikap permusuhan yang di dasari kebencian terhadap masalah (syirik) ini serta menyertakan kafirnya orang-orang yang melakukanya

Asy Syaikh ‘Ubaid Bin Abdillah bin Sulaiman Al Jabiri menegaskan :
“inilah islam yang pengertiannya berserah diri kepada allah dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya melalui ketaatan dan albara-ah (menunjukan sikap benci dan antipati) terhadap syirik dan para penganutnya. Inilah yang di bawa oleh para nabi  dan Rasul yang diutus oleh allah sejak pertama, Nabi Nuh hingga ditutup oleh nabi Muhammad Sholollohu’alahiwassalam.”
 Allah berfirman :
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
“dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap ummat (untuk menyerukan) “sembahlah allah (saja) dna jauhilah Thaghut itu “ (An Nahl:36) “
Dan firman allah
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
“dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyuklan kepadanya : “bahwasannya tidak ada sesembahan (yang haq)  melainkan aku, maka sembahlah aku olehmu sekalian” (Al Anbiya : 25)”.
Allah berfirman dengan mengisahkan kepada kita tentang Nabi Nuh, Huud, Shaleh, Syu’aib dan orang pilihan yang paling baik Shalawatullahi wa salamuhu ‘alaihim, ketika berdakwah kepada kaumnya masing-masing :
يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ
“wahai kaum sembahlan allah, sekali-kali tak ada tuhan bagimu selainnya “ (Al Araf : 59 )
Firman allah
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ
“dan rabbmu telah memerintahkan supaya kamu janngan menyembah selain dia “ (Al Isra’ : 23)

Ayat-ayat dalam masalah ini sangat banyak, maka siapa yang yang mau memperhatikan dan mempelajari Al Qur’anul Karim niscaya akan menemukan kejelasan. Kemudian dalam sunnah nabawiyah yang mutawatir,  juga menguatkan apa yang di paparkan dalam  ayat Al Qur’anul Karim ini, yaitu tentang kesesuaian dakwah para Rasul di atas prinsip pokok agama  yang asasnya adalah perintah untuk bertauhid dan memurnikan (mengikhhaskan) agama (amalan atau ibadah) hanya untuk allah serta larangan dari kesyirikan yang merupakan pembatal semua amalan.

Salam Ukhuwah..

Akhukum -iqbal el bughory -

Maandag 20 Mei 2013

Dalam Penantian Sebelum Engkau Halal Bagiku



Ini adalah kisah nyata,yang terukir dalam masa Penantian diri.
Kisah ini dimulai ketika tanggal 7 April 2009 seorang ikhwan yang berazam,”Ukhti, boleh ga ketika dah lulus nanti aku menjemputmu untuk menjadi ustadzah di rumahku nanti” ucapnya kepada seorang akhwat. Ikhwan tersebut sebut saja akhi…ia menyukai seorang akhwat yang satu kampus dengannya. Ketertarikannya karena kelembutan sikap dan kesolehannya. Perasaanya pun tumbuh entah dari kapan, namun ia ingin selalu menjaga dirinya dari apa yang tidak Allah Ridhoi dan Tidak Allah sukai, entah sesungguhnya perasaan akhwat itu memahami atau tidak.

 Perasaan itupun tumbuh di dasar hatinya yang semakin subur, semakin lama semakin subur. Akhi menyadari bahwa cintanya masih belum pada waktunya. Ia menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang mahasiwa yang belum punya apa2 untuk bisa dipertanggungjawabkan ataupun untuk menjemputnya.

Setelah sekian lama Akhi pun berfikir.”Ya Robb..Baikkah diriku untuknya?” lamunnya sambil mencoba memandangi diri dihadapan sebuah cermin. Perasaan inipun kian mengusik kehidupannya, terkadang terasa duka dan kadang terasa suka. Disinilah awal dari Cinta yang mendorong Cinta Illahi.
Akhirnya Akhi memutuskan untuk menulis sebuah surat kepada ukhti di penantian.

Yth Ukhti,Engkau tahu bahwa diriku bukanlah siapa-siapa, bahkan hari ini pun aku masih berfikir baikkah diriku untukmu. UKhti, ana menyadari bahwa ana dah berazam untuk menjemput ukhti suatu hari nanti. Ukhti, dengan segala kelemahan diri ini, ana sampaikan bahwa azam ini akan berakhir ketika;

1. Engkau menemukan ikhwan yang lebih baik daripada aku, lebih baik dari sikapku, ucapanku dan lebih baik dari akhlakku karena aku menyadari bahwa dirku bukanlah sesempurna yang engkau lihat. Diriku hanyalah seorang manusia yang Allah tutupkan aibnya, namun kalau Allah bukakan tentang aibku pasti engkau tahu bahwa aibku sungguh sangat banyak. Aku tidak punya kelebihan apa2 untuk dibangggakan dan untuk diberikan kepadamu kecuali Allah yang selalu menjadi pegangan dan harapan didalam hidupku. Sementara engkau adalah seorang akhwat yang solehah, ta’at, lembut ucapmu, bagus akhlakmu dan cerdas, mempunyai banyak kemampuan dan keinginan yang mulia, memiliki harapan yang diimpi-impikan yaitu mendamba seorang suami yang soleh, yang manjadi nakhoda dalam menjalani kehidupan ini. Namun diriku belum sesempurna yang engkau harapkan.
Ukhti, maka jika ukhti menemukan ikhwan yang lebih baik dari pada aku terutama lebih baik dalam masalah pemahaman agama dariku, maka silahkan ukhti pilihlah ikhwan tersebut agar ukhti bisa bahagia dunia akhirat. kebahagian ukhti adalah kebahgaian aku, meski entah hati ini akan bisa menerima atau tidak namun……….Insyaallah itu adalah yang terbaik buatmu, yang akan menjadi ladang pahala menuju Keridhoan-Nya.


2. Ketika ada hal yang aku lakukan bertentangan dengan Syari’ah Islam. Ukhtii, diriku bukanlah seorang ustad (berilmu) dan mafhum (Faham) dalam masalah agama dengan baik. Aku hanyalah seorang insan pembelajar yang sedang memahami dan belajar mengenal islam,pemahamanku tentang islam masih sangat terbatas,namun keinginan yang besar untuk tetap istiqomah dalam meningkatkan kualitas diri dihadapan Robb-Nya.Maka Sangat besarlah kemungkinan kesalahan yang ada pada diriku baik kesalahan ucap maupun prilakuku,maka apabila engkau temukan hal tersebut pada diriku, maka ukhti silahkan sampaikan bahwa diriku tidak perlu lagi menjemputmu.

Meski demikian, dengan segala kelemahan diri dan kekurangan yang ada pada diriku, aku masih berharap engkau tetap istiqomah menanti diriku untuk menjemputmu. Meski sekarang ini kita jarang saling berkomunikasi dan saling menyapa, namun dirimu tetap dihati ini, yang terukir indah di sanubari, karena sebelum di ijab-kabulkan syari;ah tetap menjadi batasan dari interkasi kita. Berlindung kepada Allah atas segala kegundahan dan keraguan didalam hati ini.

Sejujurnya aku tidak tahu apakah engkau masih istiqomah menungguku..?? namun keyakinan kepada Allahlah yang membuatku yakin bahwa ia akan memberikan yang terbaik kepada hambaNya dalam setiap segi-kehidupannya, yang tidak pernah mendzalimi hambaNya dan selalu setia mendengarkan setip keluh-kesah hambaNya, meski hambaNya terkadang memalingkan wajahNya dari petunjuk dan aturan dariMu.

Ukhti, demikian surat ini ditulis untuk menyerahkan semuanya kepada Illahi Robbi, sebagai ketawakallan diriku untuk memohon yang terbaik dari sisiNya. Aku memohon ma’af kalau selama ini kita sering bertemu tapi tidak pernah bertutur sapa itu tiada lain hanyalah untuk menjaga izzah (kemuliaan )dirimu dan Iffah (Kehormatan) dirimu sebagai seorang muslimah yang solehah, aku yakin bahwa engkau akan mendapatkan ikhwan yang terbaik dari Allah apakah diriku ataupun Ikhwan Lain.

Sekian lama azam ini diucapkan namun,Allahlah yang lebih tahu tentang hati setiap manusia, perasaanya di serahkan kembali kepada Allah karena Dialah yang menitipkan perasaaan ini. Namun Akhi masih meyakini bahwa “Dirimu adalah seorang akhwat terbaik dalam hidupku, namun aku belum tentu yang terbaik untukmu”.

Apabila Ukhti sudah membaca surat ini dan masih tetap istiqomah menungguku maka, “Nantikanku dibatas waktu”.
dan surat itu pun sampai pada yang dituju. Kemudian, ukhti membaca surat itu, lalu membalasnya…

Yth Akhi,dengan segala kerendahan hati ukhti katakan,ukhti sudah paham apa yang antum ingin capai kelak pd masanya. dan ukhti katakan, sungguh bahagia seseorang yang akan antum jemput itu…
silakan antum berazam,silakan antum tunggu hingga saatnya…dan ukhti pun akan menunggu hingga saatnya…
namun untuk saat ini, ukhti mohon agar kita bisa saling menjaga hati. ukhti sadari diri ini belum bisa menjaga hati dengan baik.

Ukhti kutip sepenggal surat itu,
“Aku memohon ma’af kalau selama ini kita sering bertemu tapi tidak pernah bertutur sapa itu tiada lain hanyalah untuk menjaga izzah (kemuliaan )dirimu sebagai seorang muslimah yang solehah,”
dan sikap tersebut adalah lebih baik menurut ukhti, ukhti mohon maaf jika ada sikap yang mengecewakan antum. jika antum sudah mengerti maksud ukhti, ukhti harap ini adalah komunikasi kita yang terakhir yang membahas hubungan yang belum saatnya ini, hingga saatnya nanti, agar hati ini bisa terjaga. atas dasar saling percaya, mudah-mudahan antum bisa percaya bahwa ukhti akan tetap menunggu antum hingga saatnya.

Semoga saat itu antum sudah siap dengan segalanya,begitu juga ukhti.
Selamat berjuang mencari Ridho Illahi
Ditutupnya surat itu dan dikirimkan,dengan harapan hati bisa terus terjaga, sikap pun bisa terus terjaga…hati dan sikap ukhti dan akhi bisa terus terjaga…
semoga…dan ukhti itu berazam untuk tetap menunggu, hingga masanya…

Diantara kita tidak ada ikatan yang mengikat, karena sesungguhnya ikatan yang mengikat menurut pandangan syari;ah hanyalah ikatan pernikahan. sementara azam hanyalah suatu keinginan yang kuat dengan berdasarkan syari’ah islam serta tetap memohon agar Allah memberikan yang terbaik untuk kita,.

Oleh karena itu tidak ada hak dan kewajiban yang harus tertunaikan karena ukhti masih ghoir muhson (akhwat yang bukan muhrim), maka tidak menutup kemungkinan kalo engkau menerima dan memilih seorang ikhwan yang lebih baik dariku.

Barakallah fikum ..semuanya dikembalikan kepada Allah karena Dialah yang Maha Mengetahui yang terbaik buat Hamba-Nya dengan tetap berhusnudzan kepada-Nya.

“Boleh jadi kamu mencintai sesuatu padahal itu buruk buatmu dan boleh jadi engkau membenci sesuatu padahal itu baik buatmu”(Qs.Al-baqarah). Yakinlah atas keputusan dan kehendak dari Allah.
“Ya Robb, kami serahkan semuanya kepada-Mu, karena kami yakin engkau akan memberikan yang terbaik buat kami karena Engkau tidak pernah mendzalimi hambaMu sedikitpun”.Aamiin Ya Robbal ’alamin.

Ini adalah kisah nyata,yang terukir dalam masa Penantian diri.

Salam Ukhuwah..

Akhukum..- iqbal el bughory -

Dari Adam untuk Hawa

“Tak ada yang lebih indah bagi laki-laki dan wanita yang sedang saling jatuh cinta namun takut kepada Allah untuk bermaksiat, yang penuh ketaatan kepada Allah, yang menjaga diri dan kehormatan karena Allah dan yang menahan diri dari mengikuti hawa nafsu karena Allah selain Mahligai pernikahan”

Ya ukhti…terima kasih karena kau bersabar untuk menungguku saat ini. Hanya Allah yang maha tahu betapa hati kita berdua sangat merindukan sebuah mahligai penuh keberkahan yaitu mahligai pernikahan.

terima kasih karena kau mau mengerti dengan syarat dari kedua orangtuaku terhadapku yang hingga kini sedang kuperjuangkan untuk cepat terlaksana, kepada Allah ku berharap syarat itu cepat kupenuhi.

terima kasih karena belas kasihmu kepada kedua orangtuaku yang telah tua, atas pengertian dan kesabaranmu terhadap permintaan kedua orangtuaku yang telah lemah.

Ya ukhti…bahkan jarak yang jauh yang memisahkan kita, tak lantas membuat kesetiaanmu untuk menungguku luntur begitu saja, kau bahkan lebih menjaga hatimu lebih dari aku menjaga hatiku sendiri.

Ya ,ukhti namun ku ingin kau percaya bahwa aku adalah wanita setia, semua ku lakukan karena Allah, karena ingin mengharap ridho Allah.
  setiap malam kupanjatkan do’a penuh harap hanya kepada Allah untuk hubungan ini.

Ya Rabbku…..berikanlah aku pendamping hidup yang soleh
agar kami berdua lebih banyak ingat kepadaMu
dan lebih banyak bertasbih kepadaMu
sesungguhnya Engkau maha mengawasi segala sesuatu

Ya ukhti…betapa indah dan tenang hari-hari penantian yang kita jalani, karena kita letakkan semua harapan kita hanya kepada Allah ‘azza wa jalla, Rabb yang memegang kendali langit dan bumi. Ya kita letakkan harapan itu secara penuh ikhlas dan berserah diri hanya pada Allah semata.
Kau dan aku tau, sangat tau, tak satupun mahkluk yang bisa menjadi tempat pengharapan, bahkan kita tidak bisa menentukan takdir di masa depan, Allah lah pemegang segala keputusan.

Ya ukhti..maafkan aku yang tiada punya daya sedikitpun selain kekuatan dari Allah, karena sebab kau masih menungguku maka semua ini menjadi terasa lama.

maafkan aku ya ukhti….
Ku pilih engkau sebab kesolihahanmu, sebab wajahmu yang teduh dan bercahaya, sebab akhlakmu yang indah
sebab kau yang pemalu, tidak banyak bicara dan selalu bersikap sederhana

Ya ukhti…seandainya detik ini ku bisa menemuimu di seberang sana maka akan segera kulakukan namun kau telah paham bahwa masih ada amanah yang harus aku selesaikan disamping berusaha memenuhi syarat yang diajukan kedua orangtuaku.

Ya ukhti..namun kita berdua tetap tidak akan pernah tau nama siapakah yang telah tertulis di dalam Lauh Mahfuzh sebagai pendamping hidup kita, hingga kelak saatnya tiba Allah akan memperlihatkan ke kita keputusan dan takdir yang telah Dia tetapkan.

namun satu hal yang akan selalu kupegang dalam hidupku:
fa idzaa ‘azamta fatawakkal ‘alallaahi
Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah
(Ali ‘imran 159)



Salam Ukhuwah..

Akhukum - iqbal bughory -

Mari kita Renungkan Rekan ku



Saat Kita Kecewa…Setiap orang pasti pernah merasakanya. Namun, kebanyakan dari kita selalu dan selalu merasa sedih, kesal dan tidak menerima atas apa yang menimpa diri kita. Tak jarang pula, kita yang tidak lagi bisa menggun…akan iman, logika, dan kesantunan. Dalam sekejab, semua hilang atas nama rasa sakit.

Saudaraku yang dirahmati Allah,…
Renungkanlah bahwa ini adalah dunia, yang tidak akan mungkin ada sesuatu yang sempurna di dalamnya. Pun demikian dengan sebuah kesempurnaan dari ego dan permintaan kita. Pastilah tidak akan mungkin semuanya tercapai dan terealisasi seluruhnya.
D
an atau mungkin rasa kecewa itu datangnya dari kesalahan yang kita pilih dalam meletakkan harapan yang terlalu banyak kepada makhluk.Padahal dengan begitu, ada hal lain yang seharusnya menjadi keharusan bagi kita untuk mempersiapkannya,yaitu kekecewaan.
Betapa tidak, ibarat menyandarkan diri pada sebuah banyangan tembok,yang ada adalah jatuh dan terjungkalnya kita,karena bayangan adalah sesuatu yang semu. Satu pertanyaan yang kemudian muncul,kita posisikan Allah di mana?

Mungkin hari ini kita telah menyebut asma-Nya yang amat Agung, namun mengapa kita lupa akan kekuasaanNya? Tidak seharusnya kuasa Allah kita nafikan,karena Dia-lah yang menciptakan kita. Dia pasti lebih paham dengan apa yang telah diciptakan-Nya Allah pasti punya rencana lain yang jauh lebih baik dibandingkan keinginan dan harapan-harapan kita.

Dan bahwa menjadi seorang muslim adalah sebuah anugrah,yaitu ketika kita di berikan rahmat,kita bersyukur,dan ketika kita di uji kita di ajarkan untuk bersabar.Kedua hal itu semuanya adalah bermuara pada sebuah kemuliaan.

Dan bahwa Allah tidak akan menguji kita, di luar kemampuan kita. Itulah firman Allah yang tertulis dalam Al-Quran yang mulia.Maka jika kita memang yakin dengan kekuasaan Allah, marilah dengan penuh kemaafan dan kemakluman,kita belajar mengobati luka kecewa itu,dan mendoakan semoga hal yang menjadikan kita kecewa,di lain hari bisa memuliakan kita,sebagai imbalan dari pikiran positif kita terhadap Allah.

Kecewa memang kadang menghadirkan kekosongan dalam jiwa kita. Dan proses pengosongan memanglah sangat menyakitkan. Tetapi,bukankah tanpa pengosongan tidak akan ada pengisian?

Kita kecewa bukan berarti Allah tidak sayang,akan tetapi pada hakikatnya Allah sudah menyiapkan ganti yang lebih berharga dibanding keinginan yang kita idam-idamkan dan tidak terwujud. Dan satu- satunya yang harus kita lakukan,adalah percaya.Semoga kita termasuk pemilik hati dan laku yang selalu mengedepankan tentang berprasangka baik kepada Allah,yang maha menata takdir kita,dengan sedemikian cantik…Insya Allah.

Salam Ukhuwah..

Akhukum..- iqbal el bughory -